Voltmeter adalah alat ukur tegangan listrik, yang terdiri dari galvanometer yag dirangkai seri dengan hambatan (resistor) sebagai hambatan dalam. Umumnya tegangan skala penuh galvanometer ini cukup kecil, sekitar 5 mV.

Voltmeter digunakan dengan merangkai secara paralel dengan bagian yang akan diukur tegangannya. untuk mengukur tegangan listrik arus searah (DC), maka terminal yang tegangannya lebih tinggi dihubungkan dengan probe positif voltmeter (umumnya warna merah), sedang terminal yang potensialnya lebih rendah dihubungkan dengan probe negatif voltmeter (umumnya berwarna hitam). Pada voltmete analog jika posisi colokan (probe) terbalik maka jarum akan menyimpang ke kiri, sedang pada voltmeter digital akan menghasilkan tegangan yang bernilai negatif.

 

 

untuk memperbesar kemampuan ukur voltmeter maka perlu dipasang hambatan shunt yang dirangkai secara seri dengan galvanometer.

 

Besar hambatan shunt dari resistor dapat ditentukan dengan:

 

Vs : VG =  Rs : RG

 

Tegangan total: V = VS + VG

Hambatan total: R = RS + RG

 

 

 

Contoh:

Sebuah galvanometer memiliki hambatan dalam 100 ohm dan arus skala penuh 0,100 mA akan digunakan sebagai volmeter untuk mengukur tegangan hingga 50 volt. berapakah hambatan shunt harus dipasang agar galvanometer tidak mengalami kerusakan?

 

Penyelesaian:

 

tegangan  skala penuh galvanometer adalah:

VG = IG x RG

VG = (0,100 mA) x (100) = 0,1 volt

 

perbandingan skala penuh voltmeter dan galvanometer:

n = V/VG = 50 V /0, 1 V = 500

 

nilai hambatan shunt adalah:

 

RS = (n – 1) RG

    = (500 – 1) 100

    = 499x 100 = 49900 ohm

———————–

Sumber:

Fisika Interaktif untuk SMA kelas X, ditulis Pristiadi Utomo. Jakarta: Azka Press. 2007.

Marteen Kanginan. 2010. Fisika SMA kelas X. Jakarta: Erlangga

RinawanAbadi, dkk. 2009. Buku Panduan Pendidik Fisika untuk SMA/MA untuk kelas X. Klaten: Intan Pariwara.

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published.