Kata teleskop (dari bahasa Yunani tele (jauh) dan skopein (untuk melihat atau melihat). Teleskop merupakan instrumen yang membantu dalam pengamatan objek jarak jauh dengan mengumpulkan radiasi elektromagnetik (seperti cahaya tampak ). Teleskop generasi awal diketahui diciptakan ilmuwan Belanda pada awal abad ke-17, dengan menggunakan lensa kaca. Ditinjau dari jalannya sinar, teleskop (teropong bintang) dibedakan menjadi dua, yaitu teropong bias dan teropong pantul.

sumber: telescopes.universetoday.com

Teropong Bias

 

Teropong bias atau biasa disebut sebagai refractors, digunakan untuk memeriksa daerah cahaya tampak dari spektrum elektromagnetik. Teropong jenis ini umumnya digunakan untuk melihat bulan serta benda-benda lain dari sistem surya seperti Jupiter dan Mars, dan bintang ganda. Prinsip kerja teropong refraktor karena adanya pembengkokan cahaya ketika sinar melewati dari satu medium ke medium lain misalnya, dari udara ke kaca. Kaca ini disebut sebagai lensa dan mungkin memiliki satu atau lebih komponen yang memiliki bentuk fisik cembung, cekung, atau plan-paralel.

Fokus merupakan titik, di mana sinar dari tak hingga berkumpul setelah melewati lensa dan menuju titik fokus. Dalam sebuah refraktor, lensa pertama dilewati cahaya dari benda angkasa karenanya disebut lensa objektif. Perlu dicatat bahwa cahaya akan terbalik pada bidang fokus. Sebuah lensa kedua, disebut sebagai lensa okuler, ditempatkan di belakang bidang fokus dan memungkinkan pengamat untuk melihat gambar yang diperbesar.

Teropong bias terdiri atas dua lensa cembung, yaitu sebagai lensa objektif dan okuler. Sinar yang masuk ke dalam teropong dibiaskan oleh lensa. Oleh karena itu, teropong ini disebut teropong bias.

Benda yang diamati terletak di titik jauh tak hingga, sehingga bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif tepat berada pada titik fokusnya. Bayangan yang dibentuk lensa objektif merupakan benda bagi lensa okuler. Lensa okuler berfungsi sebagai lup. Lensa objektif mempunyai fokus lebih panjang daripada lensa okuler (lensa okuler lebih kuat daripada lensa objektif). Hal ini dimaksudkan agar diperoleh bayangan yang jelas dan besar. Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif selalu bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil. Bayangan yang dibentuk lensa okuler bersifat maya, terbalik, dan diperkecil terhadap benda yang diamati.

Perbesaran teleskop adalah M = (-fob/fok)

Tanda minus (-) menunjukkan bayangan yang terbentuk bersifat terbalik.

————————————–

sumber:

Surya, Yohanes. 1999. Olimpiade Fisika 1,2,3. Jakarta: Primatika Cipta Ilmu.

Bender, Lionel. 2000. Bagaimana Cara Kerjanya: Teleskop (Terjemahan). Semarang: Mandira Jaya Abadi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Post
«