Tegangan Permukaan

November 5, 2015

 

Tegangan permukaan suatu cairan berhubungan dengan garis gaya tegang yang dimiliki permukaan cairan tersebut. Gaya tegang ini berasal dari gaya tarik kohesi (gaya tarik antara molekul sejenis) molekul-molekul zat cair.

tegangan-permukaan-.jpg

 

Molekul A (di dalam cairan) mengalami gaya kohesi dengan molekul-molekul di sekitarnya dari segala arah, sehingga molekul ini berada pada keseimbangan (resultan gaya nol). Namun, molekul B (di permukaan) tidak demikian. Molekul ini hanya mengalami kohesi dari partikel di bawah dan di sampingnya saja. Resultan gaya kohesi pada molekul ini ke arah bawah (tidak nol). Resultan gaya ke bawah akan membuat permukaan cairan sekecil-kecilnya. Akibatnya, permukaan cairan menegang seperti selaput yang tipis. Keadaan ini dinamakan tegangan
permukaan.

Gejala-gejala yang berkaitan dengan tegangan permukaan, antara lain, air yang keluar dari pipet berupa tetesan berbentuk bulat-bulat; pisau silet yang diletakkan di permukaan air secara hati-hati dapat mengapung; serangga air dapat berjalan di permukaan air; kenaikan air pada pipa kapiler; dan terbentuknya buih dan gelembung air sabun.

 

Besar tegangan permukaan:

Contoh soal:

soal-tegangan-permukaan.gif

d = 2L, untuk benda  berbentuk batang panjang

d = 2.3,14.R, untuk benda berbentuk lingkaran

d = 4 s, untuk benda berbentuk persegi

F = m.g, gaya berat.

 

—————————–

Sumber:

Nainggolan, Sahat. 2008. Latihan soal-soal Fisika SMA. Jakarta: Kawan Pustaka

Kanginan, Marthen. 2006. Fisika SMA Untuk SMA/MA Kelas X, XI, dan XII. Jakarta : Erlangga

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Post
«
Next Post
»