Penjumlahan Vektor

September 28, 2016

Vektor adalah besaran fisika yang memiliki nilai dan arah. Dalam ilmu Fisika, banyak besaran yang termasuk vektor, di antaranya perpindahan, gaya, kecepatan, percepatan, dan momentum. Selain besaran vektor, dalam fisika terdapat juga besaran yang hanya memiliki nilai. Besaran seperti ini disebut besaran skalar. Besaran yang termasuk besaran skalar, di antaranya massa, waktu, kuat arus, usaha, energi, dan suhu. Sebuah vektor digambarkan oleh sebuah anak panah. Panjang anak panah mewakili besar atau nilai vektor, sedangkan arah anak panah mewakili arah vektor. Notasi atau simbol sebuah vektor dapat menggunakan satu atau dua huruf dengan tanda panah di atasnya \underset{AB}{\rightarrow} atau \underset{F}{\rightarrow}.  Atau bisa juga  dituliskan dengan cetak tebal AB atau F.

 

Pada vektor \underset{AB}{\rightarrow} titik A disebut titik pangkal vektor dan titik B disebut ujung vektor.

Dua buah vektor dapat dijumlahkan dengan beberapa metode. Baik metode segitiga, jajargenjang ataupun poligon. Semua metode akan mendapatkan hasil yang sama, dan akan terbukti bahwa hasil penjumlahan vektor akan bersifat komutatif.

Perhatikan cara menjumlahkan dua buah vektor berikut:

Kita juga bisa menjumlahkan lebih dari dua vektor, baik dengan metode jajargenjang atau poligon. Tetapi penjumlahan lebih dari dua vektor dengan metode poligon lebih mudah dibanding dengan metode jajargenjang.

 

—————————

Sumber:

Marteen Kanginan. 2010. Fisika SMA kelas X. Jakarta: Erlangga

RinawanAbadi, dkk. 2009. Buku Panduan Pendidik Fisika untuk SMA/MA kelas X. Klaten: Intan Pariwara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Post
«
Next Post
»