Kamera

Kamera merupakan alat optik yang menyerupai mata. Elemen-elemen dasar lensa adalah sebuah lensa cembung, celah diafragma, dan film (pelat sensitif). Lensa cembung berfungsi untuk membentuk bayangan benda, celah diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk, dan film berfungsi untuk menangkap bayangan yang dibentuk lensa.

Film tersebut terbuat dari bahan yang mengandung zat kimia yang sensitif terhadap cahaya (berubah ketika cahaya mengenai bahan tersebut). Pada mata, ketiga elemen dasar ini menyerupai lensa mata (lensa cembung), iris (celah diafragma), dan retina (film).

Secara sederhana, cara kerja kamera seperti berikut:

encyclopaedia Britanica 2010
encyclopaedia Britanica 2010

 

 

Objek yang hendak difoto harus berada di depan lensa. Ketika shutter dibuka, cahaya dari benda luar dalam medan pandangan difokuskan oleh lensa sebagai bayangan pada film. Film yang terdiri dari bahan kimia yang peka terhadap cahaya akan mengalami perubahan ketika cahaya menimpanya. Supaya bayangan benda tepat jatuh pada film dengan jelas maka letak lensa harus digeser-geser mendekati atau menjauhi film. Mengeser-geser lensa pada kamera, seperti mengatur jarak fokus lensa pada mata (akomodasi). Pada proses pencucian, reaksi kimia menyebabkan bagian yang berubah menjadi tak tembus cahaya sehingga bayangan terekam pada film. Benda atau film ini disebut negatif, karena bagian hitam menunjukkan benda yang terang dan sebaliknya. Proses yang sama terjadi selama pencetakan gambar untuk menghasilkan gambar “positif ” hitam dan putih. Film berwarna menggunakan tiga bahan yang merupakan warna-warna primer.

 

Ada tiga pengaturan utama pada kamera, yaitu kecepatan shutter, f-stop, dan pemfokusan. Walaupun saat ini banyak kamera dengan sistem penyetelan secara otomatis, pemahaman mengenai pengaturan tersebut akan sangat berguna untuk menggunakan kamera secara efektif.

 

Kelajuan shutter

Kelajuan shutter mengacu pada selang waktu penutup kamera (shutter) dibuka dan film terbuka. Laju ini bisa bervariasi dari satu detik atau lebih sampai 0,001 detik atau lebih kecil lagi. Untuk menghindari pengaburan karena gerak kamera, laju yang lebih cepat dari 0,01 detik biasanya digunakan digunakan. Jika benda bergerak, laju shutteryang lebih tinggi dibutuhkan untuk seakan menghentikan gerak tersebut. Umumnya shutter berada persis di belakang lensa, sedangkan pada kamera SLR (single-lens reflex) shutter merupakan tirai tidak tembus cahaya persis di depan film yang bukaannya dapat bergerak cepat melintasi film untuk menerima cahaya.

F-stop

Banyaknya cahaya yang mencapai film harus dikendalikan dengan agar diperoleh film yang bagus. Terlalu sedikit cahaya yang masuk akan mengakibatan hanya benda yang paling terang yang bisa tertangkap sedang jika terlalu banyak cahaya, maka semua benda terang tampak sama. Untuk mengendalikan bukaan, suatu “stop” atau diafragma mata, yang bukaannya dengan diameter variabel, diletakkan di belakang lensa. Ukuran bukaan bervariasi untuk mengimbangi kondisi sekitar saat terang atau gelap, kepekaan film yang digunakan, dan kecepatan shutter yang berbeda. Ukuran bukaan diatur dengan f-stop:

f_{stop} = \frac{f}{D}

f-stop adalah panjang fokus lensa dan D adalah diameter bukaan. Contohnya, jika lensa dengan panjang fokus 50 mm memiliki bukaan D= 25 mm, maka lensa tersebut diatur pada f/2. Bila lensa diatur pada f/8 bukaan hanya 6,25 mm.

 

Pemfokusan

Pemfokusan adalah penempatan lensa pada posisi yang benar relatif terhadap film untuk mendapatkan bayangan yang paling tajam. Jarak bayangan minimum untuk benda di jarak tak berhingga (?) dan sama dengan panjang fokus. Untuk benda-benda yang lebih dekat, jarak bayangan lebih besar dari panjang fokus. Untuk memfokuskan benda-benda dekat, lensa harus dijauhkan dari film, hal ini bisa dilakukan dengan memutar sebuah gelang pada lensa. Jika lensa terfokus pada benda dekat, bayangan tajam dari benda itu akan terbentuk, tetapi benda yang jauh mungkin tidak jelas (kabur). Berkas-berkas dari titik pada benda jauh akan berada di luar fokus, dan membentuk lingkaran pada film. Benda jauh akan menghasilkan bayangan yang terdiri atas lingkaran-lingkaran yang bertumpang-tindih dan tidak jelas. Agar benda dekat dan jauh terlihat

Berdasarkan panjang fokus dan ukuran film, lensa kamera dibedakan menjadi normal, telefoto, dan sudut lebar.

  • Lensa normal adalah lensa yang menutup film dengan medan pandangan yang kira-kira sama dengan pandangan normal. Lensa normal untuk film 35 mm mempunyai panjang fokus 50 mm.
  • Lensa telefoto berfungsi seperti teleskop untuk memperbesar bayangan. Lensa ini memiliki panjang fokus yang lebih panjang dari lensa normal, ketinggian bayangan untuk jarak benda tertentu sebanding dengan jarak bayangan, dan jarak bayangan akan lebih besar untuk lensa dengan panjang fokus yang lebih besar. Untuk benda-benda jauh, tinggi bayangan hampir sebanding dengan panjang fokus. Bila lensa telefoto 200 mm yang digunakan pada kamera 35 mm menghasilkan perbesaran 4×lensa normal 50 mm.
  • Lensa sudut lebar memiliki panjang fokus yang lebih pendek dari normal, medan pandang yang lebar dan benda-benda tampak lebih kecil. Lensa zoom memiliki panjang fokus yang dapat diubah, sehingga pengguna tampak mendekati atau menjauhi objek sewaktu mengubah panjang fokus.

Pada kamera SLR (single-lens reflex), pengguna secara nyata mengamati melalui lensa dengan menggunakan prisma dan cermin. Sebuah cermin berada pada sudut 45° di belakang lensa dan terangkat sesaat sebelum shutter terbuka. Kamera SLR memiliki keuntungan karena pengguna akan melihat hampir sama dengan yang diperoleh di film.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.