Efek Fotolistrik

September 16, 2015

Pada tahun 1905, Albert Einstein menggunakan gagasan Planck tentang kuantisasi energi untuk menjelaskan efek fotolistrik. Efek fotolistrik ditemukan oleh Hertz pada 1887 dan telah dikaji oleh Lenard pada tahun 1900.

 

Efek fotolistrik adalah gejala lepasnya dari permukaan logam karena disinari oleh gelombang elektromagnetik tertentu.

Syarat terjadinya efek fotolistrik adalah:

  • panjang gelombang sinar datang > panjang gelombang ambang bahan
  • frekuensi sinar (f) < frekuensi ambang bahan (f0)
  • energi foton sinar (Ef) > energi ambang bahan (W0)

Menurut Alebert Einstein efek fotolistrik dapat dijelaskan bahwa cahaya merambat dalam bentuk paket-paket energi yang disebut foton. Foton berperilaku seperti partikel dan tiap foton mengandung energi sebesar: E = hf.

Energi kinetik maksimum elektron:

 

Ekmaks = hf – W0 = eV

 

hf = energi foton yang digunakan

W0=hf0 = energi foton minimal diperlukan untuk melepaskan elektron atau energi ambang

Ekmaks = energi kinetik maksimum fotoelektron.

energi kinetik elektron hanya dipengaruhi oleh frekuensi  (f ) dan panjang gelombang:

 

Hal yang perlu diperhatikan pada efek fotolistrik, antara lain:

  • sebuah elektron hanya mampu menangkap sebuah foton
  • intensitas penyinaran hanya mempengaruhi banyak elektron yang lepas atau jumlah foton yang keluar atau akan memperbesar kuat arus I
  • Intensitas penyinaran tidak mempengaruhi energi kinetik elektron

 

Hubungan antara Energi kinetik (Ek) dengan frekuensi sinar dapat diilustrasikan seperti berikut:

dari grafik dapat ditentukan besar konstanta Planck:

 

 

Hubungan antara Ek dengan I dapat digambarkan berikut:

 

——————————-

Sumber: Istiyono, Edy. 2007. Fisika kelas XII. Klaten: Intan Pariwara

                 Beiser, Arthur. 1999. Konsep Fisika Modern(terjemah). Jakarta: Erlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Post
«
Next Post
»