Amperemeter

Amperemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Amperemeter terdiri dari sebuah galvanometer dan dipasang seri dengan rangkaian listrik. Penyimpangan jarum galvanometer sebanding dengan arus yang melewatinya. Jika skala amperemeter pada awalnya terbatas (kecil), seperti kita jumpai di laboratorium Fisika umumnya, maka kita memerlukan hambatan shunt yang kita pasang secara paralel dengan amperemeter. Amperemeter yang biasa kita jumpai di lab. Fisika mungkin akan seperti di bawah ini.

 

ampere meter
amperemeter

Terlihat pada amperemeter di atas, batas ukur amperemeter adalah 100 mikroampere. Hal ini berarti alat tersebut hanya mampu mengukur arus listrik hingga 100 mikro ampere. Nah untuk mengukur kuat arus listrik lebih besar dari 100 mikro ampere, maka kita memerlukan hambatan yang disebut hambatan shunt. Di lab. Fisika hambatan shunt tersebut wujudnya seperti berikut:

Jika kita tambahkan hambatan shunt, maka daya ukur amperemeter akan meningkat. Pada contoh hambatan shunt di atas, amperemeter akan bisa kita manfaatkan untk mengukur kuat arus listrik hingga 100 mA. Nah, bagaimanakah kita menentukan ukuran hambatan shunt sehingga bisa meningkatkan daya ukur alat sesuai yang kita kehendaki, kita bahas dalam paparan berikut:

amperemeter-3.gif

Sensitivitas arus skala-penuh, Im , dari sebuah galvanometer merupakan arus yang dibutuhkan agar jarum menyimpang dengan skala penuh . Bila sensitivitas Im adalah 50 mA, maka untuk arus 50 mA akan menyebabkan jarum bergerak ke ujung skala, sedangkan arus 25 mA akan menyebabkan jarum menyimpang setengah skala penuh.

Jika tidak ada arus, jarum seharusnya berada di angka nol. Galvanometer dapat digunakan secara langsung untuk mengukur arus DC yang kecil. Contohnya, galvanometer dengan sensitivitas Im = 50 mA dapat mengukur arus dari 1 mA sampai dengan 50 mA. Untuk mengukur arus yang lebih besar, sebuah resistor dipasang paralel dengan galvanometer, yang dipasang secara paralel dengan galvanometer agar terjadi pembagian arus, antara yang melewati galvanometer dengan yang melewati hambatan shunt (RS). RA adalah hambatan kumparan yang terdapat pada galvanometer, sedang RS adalah hambatan shunt untuk membatasi arus yang menuju galvanometer.

 

amperemeter-4.gif

 

Nilai RS dipilih menurut penyimpangan skala penuh yang diinginkan dan dapat ditentukan dengan:

amperemeter-shunt.png

Selain dipakai pada amperemeter, hambatan shunt juga digunakan pada voltmeter untuk menambah daya ukur alatnya, tetapi dengan cara yang sedikit berbeda.

Contoh:

Sebuah galvanometer memiliki hambatan 10 kilo ohm dan arus skala penuh 0,100 mA. Galvanometer tersebut akan digunakan untuk mengukur arus rangkaian listrik hingga 100 mA. berapakah besar hambatan shunt yang harus dipasang, agar galvanometer tersebut tidak rusak.

 

Penyelesaian:

perbandingan arus skala penuh dengan arus pada galvanometer adalah:

 

en.gif

jadi besar hambatan shunt yang harus dipasang adalah:

 

r-shunt.gif

 

———————-

Sumber:

Pristiadi Utomo, 2007. Fisika Interaktif untuk SMA kelas X, ditulis . Jakarta: Azka Press.

Marteen Kanginan. 2010. Fisika SMA kelas X. Jakarta: Erlangga

RinawanAbadi, dkk. 2009. Buku Panduan Pendidik Fisika untuk SMA/MA untuk kelas X. Klaten: Intan Pariwara.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.