Amperemeter

February 17, 2017

Amperemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Amperemeter terdiri dari sebuah galvanometer dan dipasang seri dengan rangkaian listrik. Penyimpangan jarum galvanometer sebanding dengan arus yang melewatinya.

 

amperemeter-3.gif

Sensitivitas arus skala-penuh, Im , dari sebuah galvanometer merupakan arus yang dibutuhkan agar jarum menyimpang dengan skala penuh . Bila sensitivitas Im adalah 50 mA, maka untuk arus 50 mA akan menyebabkan jarum bergerak ke ujung skala, sedangkan arus 25 mA akan menyebabkan jarum menyimpang setengah skala penuh.

Jika tidak ada arus, jarum seharusnya berada di angka nol dan biasanya ada tombol pemutar untuk mengatur skala titik nol ini. Galvanometer dapat digunakan secara langsung untuk
mengukur arus DC yang kecil. Contohnya, galvanometer dengan sensitivitas Im = 50 mA dapat mengukur arus dari 1 mA sampai dengan 50 mA. Untuk mengukur arus yang lebih besar, sebuah resistor dipasang paralel dengan galvanometer, yang dipasang secara paralel dengan galvanometer agar terjadi pembagian arus, antara yang melewati galvanometer dengan yang melewati hambatan shunt. RA adalah hambatan kumparan yang terdapat pada galvanometer, sedang RS adalah hambatan shunt untuk membatasi arus yang menuju galvanometer.

 

amperemeter-4.gif

 

Nilai RS dipilih menurut penyimpangan skala penuh yang diinginkan dan dapat ditentukan dengan:

amperemeter-shunt.png

Contoh:

Sebuah galvanometer memiliki hambatan 10 kilo ohm dan arus skala penuh 0,100 mA. Galvanometer tersebut akan digunakan untuk mengukur arus rangkaian listrik hingga 100 mA. berapakah besar hambatan shunt yang harus dipasang, agar galvanometer tersebut tidak rusak.

 

Penyelesaian:

perbandingan arus skala penuh dengan arus pada galvanometer adalah:

 

en.gif

jadi besar hambatan shunt yang harus dipasang adalah:

 

r-shunt.gif

 

Cara menggunakan amperemeter

———————-

Sumber:

Pristiadi Utomo, 2007. Fisika Interaktif untuk SMA kelas X, ditulis . Jakarta: Azka Press.

Marteen Kanginan. 2010. Fisika SMA kelas X. Jakarta: Erlangga

RinawanAbadi, dkk. 2009. Buku Panduan Pendidik Fisika untuk SMA/MA untuk kelas X. Klaten: Intan Pariwara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.